Setiap pagi, siswa Saint Monica Jakarta School menyapa guru dan staf dengan sopan. Sebagian anak membungkuk ringan saat memberi salam, lalu disambut oleh guru dengan ramah. Rutinitas singkat ini menjadi bagian dari keseharian siswa di sekolah.
Belajar sopan santun lewat kebiasaan
Menyapa memberi anak kesempatan untuk mempraktikkan sopan santun dalam situasi sehari-hari. Mereka belajar mengucapkan salam dan menunjukkan rasa hormat kepada orang yang ditemui. Karena dilakukan secara rutin, kebiasaan ini dapat diperkuat melalui contoh dan arahan dari orang dewasa.
Orang tua juga dapat membiasakan anak menyapa anggota keluarga, tetangga, atau orang lain yang mereka temui. Ketika rumah dan sekolah sama-sama memberi contoh, anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk mempraktikkan sikap tersebut.
Sambutan ramah membangun hubungan
Sapaan yang baik berjalan dua arah. Guru menyambut siswa dengan keramahan dan perhatian, sehingga kedatangan mereka menjadi awal interaksi yang positif. Sikap saling menyapa membantu membangun hubungan antara siswa dan guru dalam lingkungan sekolah.
Membawa kebiasaan baik ke mana pun
Sopan santun tumbuh melalui kebiasaan sederhana yang terus dipraktikkan, seperti menyapa, mendengarkan, dan merespons orang lain dengan baik. Setiap anak mungkin memerlukan waktu berbeda untuk merasa nyaman. Contoh yang konsisten dan dorongan yang sesuai dapat membantu mereka membangun kebiasaan tersebut.
Bagi keluarga yang sedang mencari sekolah di Jakarta Utara, rutinitas pagi ini dapat menjadi salah satu hal yang ditanyakan saat mengenal Saint Monica Jakarta School. Orang tua dapat mencari tahu bagaimana sekolah menanamkan sopan santun dan membangun interaksi positif dalam keseharian siswa.
Sapaan pagi mungkin hanya berlangsung singkat, tetapi memberi anak kesempatan untuk memulai hari dengan sikap hormat dan hubungan yang baik dengan orang di sekitarnya.
View this post on Instagram

TikTok