PRO DAN KONTRA SCHOOL FROM HOME SELAMA MASA PANDEMI - Saint Monica

PRO DAN KONTRA SCHOOL FROM HOME SELAMA MASA PANDEMI

Sejak mewabahnya pandemi Covid-19, telah memaksa banyak negara, termasuk Indonesia untuk menerapkan kebijakan jarak sosial yang ketat dengan menutup sementara mal, kantor bahkan sekolah.

Dengan melihat keadaan yang sulit di tengah pandemi seperti sekarang ini, banyak Orang tua yang berpikir untuk menunda pendidikan anaknya karena merasa kurang efektifnya sekolah jarak jauh, antara lain dengan alasan tidak ada waktu menemani anak belajar dari rumah bahkan demi menghemat pembiayaan rumah tangga.

Namun faktanya, banyak Orang tua yang melupakan bahwa sekolah atau pendidikan adalah kebutuhan pokok dan sebuah prioritas yang tidak bisa ditunda.

Pendidikan merupakan “INVESTASI JANGKA PANJANG” yang menyangkut masa depan anak, terlebih waktu tidak dapat berputar di fase Golden Age anak (0-5 tahun).

Banyak perkembangan anak yang akan terganggu dan terlambat jika anak harus diberhentikan sekolah selama masa Pandemi, diantaranya: Motorik Halus, Motorik Kasar, Kognitif, Tingkah Laku, Disiplin, Interaksi Sosial, dan lain-lain.

Selain itu, mengikuti aturan Kemendikbud yang menyatakan bahwa sekolah tetap berjalan walaupun sementara waktu belajar dari rumah, maka selama masa pandemi ini, para siswa tetap belajar menggunakan teknologi untuk mengakses materi online learning.

Untuk itu, sekolah tetap perlu melaporkan kegiatan belajar online ke Pengawas sekolah agar siswa tetap dapat tercatat aktif bersekolah di tingkat Preschool sampai dengan Perguruan Tinggi.

Membahas lebih lanjut mengenai Sistim Pencatatan Kesiswaan di Indonesia, perlu Orang tua ketahui bahwa murid Preschool akan mulai memperoleh Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

NISN ini kode pengenal identitas siswa yang berlaku sepanjang masa dan akan dibutuhkan sebagai salah satu syarat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SD dan seterusnya. Maka, sekolah di tengah pandemi tetap penting bagi anak-anak.

Adapun penerapan online learning ini diakui oleh Kemendikbud sebagai cara utama agar anak-anak tetap bersekolah untuk menjaga kebutuhan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam perkembangan dunia yang bergerak cepat seperti sekarang ini.

Indonesia tengah bersiap untuk memasuki era “New Normal” dimana Sekolah dari Rumah adalah salah satu kebiasaan normal yang baru.

Dalam 3 bulan terakhir, kita telah bersama-sama melalui masa perkenalan dan adaptasi dengan sistem Sekolah dari Rumah.

Tahun ajaran baru akan segera dimulai bulan depan.

Ada pepatah “The Show Must Go On”, pepatah ini mengingatkan kita bersama bahwa pandemi ini tidak boleh menghambat perkembangan pendidikan anak-anak kita.

“Kami sangat memahami bahwa banyak Orang Tua murid khawatir untuk menyekolahkan anaknya di masa pandemi Covid-19, namun belajar melalui sistem online tetaplah yang terbaik pada masa pandemi ini. Waktu tetap berjalan dan tidak dapat berputar kembali. Berdasarkan penelitian manfaat anak tetap bersekolah lebih banyak dari pada kekurangannya”, tutur Ms. Kristina, B.Bus (Aust), M.si selaku Director of Studies YPMB sejak 2006.

Bagi Anda, para Orang tua yang ragu akan penerapan online learning ini, mari simak berbagai manfaat dari diterapkannya online learning di era “New Normal” ini.

 

  1. Siswa belajar dengan kapasitas yang lebih banyak daripada saat di sekolah.

IBM telah menemukan bahwa para peserta belajar dengan kapasitas lima kali lebih banyak ketika online learning. Hal in karena online learning mampu memberi siswa kendali penuh atas pembelajaran mereka sendiri, siswa dapat bekerja dengan kecepatan mereka sendiri. Umumnya, siswa bekerja lebih cepat dan memproses informasi dengan kapasitas lebih besar. lnilah mengapa Online learning lebih baik dilakukan dengan periode belajar yang lebih pendek daripada ketika di kelas agar anak tidak lelah.

 

  1. Online learning membantu menjaga perilaku dan disiplin anak agar tetap balk dan teratur.

Sama halnya seperti bersekolah, online learning memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menjaga perilaku baik melalui interaksi sosial dengan guru dan teman-teman. Selain itu juga dapat menjaga sikap bertanggung jawab ketika diminta mengerjakan tugas-tugas dari guru. Sehingga menghindari sikap malas dan acuh tak acuh selama pandemi panjang berlangsung.

 

  1. Online learning juga menjaga otak anak tetap berkembang.

Dengan kata lain, mencegah kemunduran intelejensi anak. Di masa emas ini, setiap detik sangatlah berharga bagi tumbuh kembang anak, dikarenakan pada fase ini 80% otak anak aktif bekerja. Pada fase ini seyogyanya, pendidikan anak justru dioptimalisasikan bukan malah dihambat. Dengan bersekolah secara online, anak-anak akan melatih otaknya secara optimal dan terarah setiap harinya dan tetap produktif menciptakan akar-akar di sel otak sehingga intelejensi anak tetap berkembang sesuai dengan umurnya. Orang tua perlu khawatir bila anak vakum sekolah, maka bukan saja perkembangan anak melambat bahkan dapat terjadi kemunduran. Perkembangan intelejensi anak ini tercipta atas interaksi kompleks sehari-hari, bukan saja akademis semata. Terlebih bagi anak K1 dan K2, mereka mulai mengerti arti sekolah dan perkembangan pesat terjadi di semua bidang.

 

  1. Online learning menjaga rutinitas anak bersekolah tetap terjaga.

Sama halnya dengan disiplin, anak tentunya memiliki jadwal atau rutinitas mereka di setiap harinya di mana ada saatnya belajar, bermain, tidur, makan, memakai seragam, dan sebagainya. Online learning hadir untuk membantu anak menjaga rutinitas ini tetap berjalan dengan semestinya. Hal ini akan sangat membantu anak untuk hidup secara normal seperti sebelum pandemi, tidak terlalu banyak bermain yang berujung pada kebosanan selama pandemi panjang berlangsung. Ketika anak bosan dan kehilangan arah, akan lebih banyak problematika perilaku anak yang muncul, dan akan membuat Orang tua lebih kesulitan.

 

  1. Online learning melatih kemampuan motorik dan koordinasi anak.

Online learning hadir untuk meningkatkan keterampilan anak dalam segala bidang, juga dalam hal meningkatkan kemampuan motorik halus dan kasar anak melalui menulis dan permainan seperti menuang air, menyusun stik es krim, dan lain-lain tetap berjalan dengan baik. Selain itu juga melatih koordinasi mata anak seperti membaca dan melihat instruksi guru untuk ditiru, dan lain-lain. Orang tua tentunya ingin anak mempunyai keterampilan dalam hal menulis dan membaca yang juga dibutuhkan oleh setiap anak, khususnya bagi anak yang akan melanjutkan ke jenjang SD. Mengajarkan menulis dan membaca dibutuhkan usaha yang luar biasa bagi sang pengajar dan anak serta komitmen yang kuat melalui rutinitas setiap hari. Kurikulum sekolah diciptakan melalui sebuah penelitian jangka panjang yang sudah teruji keberhasilannya dalam tumbuh kembang anak secara maksimal.

 

  1. Anak akan tetap bahagia.

Anak yang tetap mengikuti sekolah secara online akan lebih bahagia daripada anak berhenti bersekolah sama sekali, dan nantinya ketika kembali bersekolah lagi, anak akan mengalami rasa tidak nyaman, dikarenakan merasa tertinggal dari teman bukan saja secara akademis, namun terlebih secara interaksi sosial. Terlebih jika pindah ke sekolah baru dengan teman yang berbeda dan guru yang baru yang tidak mengetahui karakter dan perkembangan anak secara mendalam. Ini artinya anak harus beradaptasi ulang, bayangkan betapa lelahnya keadaan psikologis anak Anda di lingkungan baru.

 

  1. Mendeteksi gangguan tumbuh kembang anak.

Melalui sekolah online, gangguan tumbuh kembang seperti misalnya belum dapat mengenali warna, susah memegang gunting, terlambat bicara, belum dapat melompat dapat lebih cepat terdeteksi. Sebaiknya, Orang tua waspada dengan gangguan-gangguan in karena sangat berpengaruh untuk perkembangan anak di masa depan dan akan sangat sulit untuk mengoreksinya jika terlambat diketahui.

 

  1. Mengenali Potensi anak melalui Online Learning.

Orang tua akan lebih mudah mengenali potensi anak jika anak mengikuti sekolah sehari-hari dan dapat mengarahkannya dengan tepat sasaran dan tepat waktu.

Contoh potensi anak yaitu:

  • Linguistik: pintar berbahasa, menulis, dan berkomunikasi.
  • Musical: sangat tertarik dengan
  • Logical: senang dengan permainan angka dan berhitung.
  • Body kinestetik: senang dengan aktivitas olah raga dan fisik
  • Visual Spasial: berfikir sistematis
  • Interpersonal: memahami orang lain dan bisa berbagi dengan sekitar.
  • Natural: mencintai alam dan mudah bergaul
  • Moral: pandai mengatur emosi

 

  1. Kebersamaan antara Orang Tua dan anak.

Jika bukan karena pandemi, tentunya kenangan-kenangan indah belajar bersama Ibu dan Ayah setiap hari tidak akan ada. Walaupun menurut sebagian Orang tua kebersamaan tersebut melelahkan, namun dalam kaca mata anak justru saat yang terindah yang tidak ia lupakan ketika besar nanti.

 

  1. Terakhir yang tidak kalah pentingnya, yaitu bagi tingkat SD, mengikuti sekolah dari kelas 1 adalah wajib karena SD adalah sekolah formal.

Maka, jika anak tidak ikut sekolah sejak awal tahun ajaran di bulan Juli berarti tidak dapat tercatat di rapot dan harus mengulang. Terlebih, jika anak Anda belum mempunyai NISN dari tingkat Preschool, pengurusan NISN baru wajib dilakukan sekolah paling lambat di bulan Juli. Maka, jangan sampai anak tidak tercatat dikarenakan menunda sekolah di tahun ajaran baru nanti. Resiko yang harus dihadapi, yaitu harus mengulang tingkatan di tahun depan. Orang tua harus memperhatikan dengan seksama mengenai hal ini.

Itulah berbagai manfaat dari diterapkannya online learning di era “New Normal” ini. Dengan berbagai manfaat ini, kita dapat lihat bersama bahwa manfaat-manfaat sekolah dari rumah selama pandemi jauh lebih banyak daripada kekurangannya.

Jika pada akhirnya kita berpikir untuk tetap tidak menyekolahkan anak selama pandemi, maka perlu dipikirkan baik-baik kerugian-kerugian yang harus dialami anak kita.

Keputusan Orang tua adalah masa depan anak yang merupakan tanggung jawab Orang tua seutuhnya.

 

Saint Monica Jakarta School dan Growing Mind Preschool

Selama masa Pandemi ini, Saint Monica Jakarta School dan Growing Mind Preschool sangat mendukung serta memfasilitasi para siswanya untuk belajar di rumah dengan menyediakan sesi online learning.

Dalam sesi online learning ini, Saint Monica Jakarta School dan Growing Mind Preschool rnenyiapkan semua materi yang diperlukan. Adapun materi yang disiapkan bisa diambil di sekolah dan materi-materi yang telah disiapkan ini didukung dengan materi bahasan berupa video-video eksperimen.

Tidak hanya materi pembelajaran, tetapi Saint Monica Jakarta School dan Growing Mind Preschool juga menyediakan berbagai kegiatan menarik untuk dilakukan selama belajar di rumah. Salah satunya adalah kegiatan perlombaan, seperti Lomba Menghias Telur di hari raya Paskah, Lomba Mewarnai di hari raya ldulfitri, dan lomba membaca puisi di hari Kartini, serta masih banyak lagi kegiatan-kegiatan lainnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan online learning yang dijalankan oleh Saint Monica Jakarta School dan Growing Mind Preschool, Anda bisa memperolehnya melalui website official Saint Monica Jakarta School dan Growing Mind Preschool di http://saintmonicajakarta.org/ dan https://growingmindpreschool.com/.

Bagi Orangtua murid yang ingin sekolah dari rumah secara permanen, SMJS menawarkan Program terbaru, yaitu:

HOMESCHOOLING. Program yang akan dimulai pada Tahun ajaran baru Juli 2020.

Program Homeschooling kami berbeda dari pada umumnya dikarenakan Leadership Program akan tetap dapat dinikmati oleh semua anak. Selain itu, bagi orang tua di seluruh Indonesia yang membutuhkan program jembatan untuk nantinya melanjutkan ke sekolah reguler setelah masa pandemi berakhir, dapat bergabung di program Homeschooling ini dikarenakan semua murid akan mendapatkan rapot dan ijazah dengan pembelajaran online. Dengan kurikulum yang telah terbukti sejak tahun 1989, orang tua tak perlu khawatir dengan perkembangan anak-anak di program Homeschooling ini.

Untuk Informasi mengenai Homeschooling Program, silahkan menghubungi Ms. Patricia 0856 829 333 5 atau Ms. Kristina 0817 0028 028

TETAP SEHAT DAN SUKSES SELALU DALAM MASA PANDEMIC COVID 19

 

TESTIMONIAL FROM PRESCHOOL

This is our son, Alex, from K1 class Saint Monica Jakarta School. He started to learn at SMJS since last year in 2019, directly joined kindergarten class. As his parents, we are looking for a Catholic school, which can help our son to develop himself not only in his academic, but also his other personal skills, such as in arts, sports, religion, etc. At the beginning, we doubted that he could catch up another students, who have started to join school earlier since nursery. However, it is proven that the teachers in SMJS have good qualifications, so that our son could show many improvements in terms. We would like to say thank you to the teachers who have helped our son to improve himself in way to communicate with others, his confidence, his ability to manage time and things, and his interpersonal relationship skills. As of today, he has gotten throphies from various competitions, which held within SMJS or between schools. We felt glad that SMJS has full support for our son to join the competitions, as he can experience the feelings to win as well as learn to beat his feelings while losing. Thanks to SMJS for all the opportunities. We are looking forward for the upcoming events. God Bless You.

 

Richella was very sad when she got the news that the school was temporarily closed due to the pandemic Covid-19 (study from home). But, actually Richella had so much fun studying from home. Through Zoom application, she can see her friends & teachers. She can learn Math, Science, & Bahasa Indonesia. The teachers provide lots of fun learning activities, such as egg decorating competition to celebrate Easter Day, colouring competition to celebrate Kartini Day, etc. With all activities, Richella becomes more creative, responsible, and confident. As a parent, I’m so proud of Richella when she got first place in egg decorating competition & third place in colouring competition. With this competition, can make Richella becomes more confident & happy. Thank you Growing Mind Preschool

Richella

Growing Mind Preschool, Harapan Indah – Bekasi

 

 

TESTIMONIAL FROM PRIMARY

Hello everyone! I am Emma from P5B. Corona virus has pushed us to start the new normality of life such as studying through online learning. Studying online is a new experience for me. At first, I found it difficult because I had to understand the material given in limited time. But my teachers help me to understand the material by sending videos and exercises. I think the benefit of online learning is that I can complete my exercises in my own time and according to my own schedules. But I prefer to have traditional method which is going to school because I miss my friends and my teachers very much. Dear my lovely teachers, thank you for making our online learning more fun and enjoyable. I hope this corona outbreak can pass quickly and we can meet in person again.

 

Hi, my name is Everley. I am from P2 class Saint Monica Jakarta School. I’m so sad because i’ve been staying at home for about 2 months now because of the COVID-19 pandemic. At first, it was so boring to study at home because I couldn’t see my teachers and friends. But lately, I found it so fun because I could see them via online learning everyday. The teachers gave me some interesting activities such as drawing, poem writing, playing music, and physical exercise. I also can join some competitions during this home learning.

Thank you for all the teachers who always try to give the best online learning experience. I hope this pandemic will get over soon, so I can go back to school to meet my teachers and friends again.

Leave a Comment

Saint Monica Jakarta School © 2018 All Rights Reserved.

Open chat
Hello, can we help you?